Categories
Uncategorized

Mengenal Karaton Kacirebonan

Setelah menenpuh perjalanan darat menggunakan layanan travel Jakarta Cirebon dari nalatra kami bisa menikmati banyak objek wisata atapun tempat menari di cirebon.

Alun-alun terbuka di Jalan Pulasaren, Kecamatan Pekalipan, Cirebon, jadi tempat pertama yang menyongsong pengunjung ke arah satu bangunan kuno bewarna hijau. Setelah itu, Gapura Agung atau Lawang Agung dengan ukiran bahasa Mataram Kuno berarti Sultan Carbon Kerajaan Kacirebonan jadi gerbang penyambutan buat beberapa pengunjung di keraton ini. Berikut Keraton Kacirebonan, satu dari 3 keraton yang berada di Cirebon serta adalah keraton yang termuda.

Kecirebonan dibuat pada tanggal 1800 M, Bangunan kolonial ini banyak simpan beberapa benda warisan riwayat seperti Keris, Wayang, peralatan Perang, Gamelan dan sebagainya.

Seperti Keraton Kasepuhan serta Keraton Kanoman, Kecirebonan juga masih jaga, melestarikan dan melakukan rutinitas serta upacara tradisi seperti Upacara Pajang Jimat dan lain-lain.

Kacirebonan ada di daerah kelurahan Pulasaren Kecamatan Pekalipan, persisnya 1 km samping barat daya dari Keraton Kasepuhan serta kira-kira 500 mtr. samping selatan Keraton Kanoman. Keraton Kacirebonan tempatnya memanjang dari utara ke selatan (tempat yang sama juga dengan keraton-keraton lain di Cirebon) dengan luas tanah seputar 46.500 mtr. persegi.

Bangunan induk

Sesudah meninggal dunianya Sultan Kacirebonan I Sultan Cerbon Amirul Mukminin di tahun 1814, Ratu Raja Resminingpuri yang disebut permaisuri dari almarhum mendiang Sultan Kacirebonan I tinggal di tempat Taman Sari Gua Sunyaragi, tapi dengan mempunyai anak yang masih tetap kecil serta baru berusia lima tahun yakni Pangeran Raja Madenda Hidayat yang nantinya jadi Sultan Kacirebonan II ia putuskan untuk membuat satu keraton Kacirebonan di Pulosaren dengan uang pensiunan yang sejauh ini ditolaknya. Pada saat awal pembangunan keraton Kacirebonan Ratu Raja Resminingpuri membuat bangunan induk keraton, Paseban serta Tajug (mushola)

Bangunan induk keraton untuk tempat untuk rumah setiap hari sultan dan keluarganya. Bangunan ini terbagi dalam beberapa ruang diantaranya ruangan tidur, ruangan kerja sultan, pecira, kamar jimat, prabayasa, dapur serta teras (berperan untuk ruangan nantikan jika prajurit rendahan ingin menghadap Sultan).

Paseban, ada dua buah bangunan Paseban di kompleks keraton Kacirebonan, yakni di barat serta timur, berdenah persegi panjang. Paseban barat menghadap timur ditompang oleh 8 buah tiang serta 4 saka guru (tiang penting) serta adalah bangunan semi terbuka, dinding bagian barat serta timur dipagari dengan tembok rendah, atapnya berupa joglo dengan penutup genteng.

Tajug (mushola), terdapat di samping barat bangunan induk, di antara tajug serta paseban dipisah oleh tembok tetapi ada pintu penghubung disamping barat tembok. Pelataran keraton mengarah selatan pada pagar tembok ada gapura kori agung beratap joglo, yakni pintu agung penting.

Ratu Raja Resminingpuri juga jadi wali atas puteranya yang masih tetap kecil itu. Sesudah Pangeran Raja Madenda Hidayat dewasa, Ratu Raja Resminingpuri memberi tahtanya pada puteranya itu dengan gelar sultan tetapi hal tersebut tidak diterima oleh Belanda. (menurut Besluit cuma Sultan Kacirebonan I saja yang memiliki hak memiliki gelar sultan)

Keraton Kacirebonan adalah keraton yang dibangun atas prakarsa Pangeran Muhamad Haerudhin. Ia ialah Putra Mahkota Sultan Kanoman ke-IV yang lakukan perlawanan pada pemerintahan kolonial Belanda.

Riwayat dibuatnya Keraton Kacirebonan memang tidak terlepas dari peperangan yang sempat berkecamuk di daerah Cirebon. Waktu itu, tahun 1670, Belanda mulai masuk kedaulatan Keraton Kanoman yang diperintah oleh Pangeran Haerudhin. Ini dilawan oleh putra mahkota kesultanan yang tidak lain ialah Pangeran Muhamad Haerudhin.

Menyertakan rakyat Cirebon yang memberi dukungan, peperangan menantang kolonial Belanda berjalan minimal hampir seputar 5 tahun. Tetapi, di tahun 1696 Pangeran Muhamad Haerudhin sukses ditaklukkan serta diasingkan ke Ambon, Maluku.

Pengisolasian itu membuat Pangeran Haerudin yang sudah uzur tidak mempunyai putra mahkota untuk dipilih jadi Sultan Kanoman. Ini digunakan Pemerintah Belanda dengan cara sepihak untuk mengusung Pangeran Imamudin yang pro kolonial untuk Sultan Kanoman yang ke-V.

Tetapi penetapan yang tidak disetujui rakyat Cirebon ini membuat peperangan makin menjalar serta menebar sampai ke wilayah luar Cirebon. Selanjutnya Pangeran Muhamad Haerudhin dipulangkan buat menurunkan amarah rakyat kota yang berjulukan kota udang ini.

Keraton Kanoman yang sudah pilih Pangeran Imamudin untuk penopang tahta membuat Pangeran Muhamad Haerudhin membangun Kesultanan Kacirebonan dengan gelar Sultan Carbon Amirul Mukminin di tahun 1808.

Tempati tempat seluas 2,5 hektar, Keraton Kacirebonan mempunyai Paseban Kulon di samping kiri serta Paseban Wetan dibagian kanan keraton. Kedua-duanya berperan untuk tempat penerima tamu serta latihan tari, yaitu tari topeng ciri khas Cirebon.

Masuk bertambah ke, Pintu Selamat Tangkep dibagian sedang jadi pintu penting sebelum masuk gedung penting keraton. Pintu ini cuma dibuka waktu upacara spesial atau saat ada tamu spesial yang bertandang ke keraton. Sedang beberapa pengunjung biasa dapat melalui Pintu Kliningan yang terdapat disamping kiri serta kanan Keraton. Pintu ini mempunyai arti untuk sisi dari 2 kalimat syahadat.

Masuk bangunan penting, Keraton Kacirebonan mempunyai warna dengan faktor hijau yang memimpin 8 tiang untuk pilar penting menyokong bangunan yang nampak benar-benar tertangani ini.

Sisi serambi keraton atau disebutkan dengan Ruangan Jinem Prabayaksa adalah tempat dimana sultan berjumpa dengan tamu sekaligus juga tempat diselenggarakannya acara ritual keraton.

Keraton Kacirebonan simpan beberapa beberapa benda koleksi kuno yang penuh dengan riwayat. Pedang, tombak, sampai alat pembikin jamu atau param yang masih tetap berupa batu tersimpan bagus di salah satunya ruang di keraton.

Ruang-ruangan sisi Keraton Kacirebonan simpan beberapa benda yang terkait dengan keraton dan agama Islam. Kitab dari jaman beberapa wali sampai gamelan jadi salah satunya koleksi kuno yang bisa dilihat waktu bertandang ke Keraton Kacirebonan yang benar-benar menarik mata ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *